Minggu, 15 Juni 2014

Hutan hujan tropis di Indonesia




INDONESIA, NEGARA HUTAN HUJAN TROPIS TERBESAR DI DUNIA

Indonesia adalah Negara yang memiliki pesona alam yang menarik dan  kaya akan hasil alamnya. Pesona alam di Indonesia terlihat dari pegunungan-pegunungannya yang begitu banyak terutama di jumpai pada daerah-daerah vulkanik. Ada sekitar 155 gunung yang masih aktif, ada 17 ribu pulau dan 2 lautan besar yang terdapat di Indonesia. Selain pesona alamnya, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah, tidak hanya pada hasil hutan namun juga kaya akan hasil lautnya. Hutan yang ada di Indonesia termasuk hutan hujan tropis, karena semua jenis flora dan fauna dapat di temui di dalamnya.
Hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, dan Pulau Irian Jaya. Yang menjadi ciri khas dari hutan hujan tropis ini terlihat dari macam-macam jenis pohonnya, serta bentuknya. Karena seperti yang kita ketahui, pohon-pohon yang ada di hutan hujan tropis memiliki bentuk yang sangat tinggi, besar bahkan ada pohon yang tingginya mencapai 60 meter. Fungsi pohon untuk menyokong kehidupan hewan-hewan di dalam hutan.
Selain pohon-pohon besar, hutan hujan tropis menyimpan berbagai macam jenis flora. Salah satu contoh flora yang ada di dalam hutan hujan tropis adalah bunga Raflesia. Selain bunga Raflesia juga ada bunga yang hampir menyerupai Raflesia, karena sama-sama hidup sebagai parasit. Tidak hanya itu, hutan hujan tropis juga banyak di huni oleh hewan-hewan buas seperti harimau yang banyak terdapat di hutan hujan tropis daerah Sumatra. Namun kini populasi harimau yang ada di Sumatra semakin menurun dikarena kan ulah manusia yang kerap kali memburu binatang buas untuk di perjual belikan demi mencari keuntungan pribadi.
Selain Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan dan Irian Jaya juga memiliki fauna-fauna khas di dalam hutan hujan tropisnya, misalnya orang hutan. Orang hutan habitatnya banyak di temui di hutan hujan tropis Kalimantan. Orang hutan ini memiliki kebiasaan bergelantungan di atas pohon untuk mencari makan. Mereka jarang bahkan hampir tidak pernah berjalan di atas tanah. Jika berjalan di atas tanah, itu pun sudah merupakan pilihan terakhir dari mereka.
Demikian Pulau Irian Jaya juga tidak kalah banyaknya menyimpan fauna-fauna khas dari Pulau Irian ini, salah satunya quoll. Quoll merupakan hewan khas dari hutan yang ada di Irian Jaya. Quoll ini adalah hewan pemakan serangga. Selain quoll juga ada hewan khas lain seperti opossum, yakni hewan yang dapat terbang seperti burung, namun hanya keluar pada malam hari, dan jarang keluar di siang hari karena hewan ini lebih mudah di mangsa predatornya. Kemudian juga ada Ecihdna, yakni hewan bertelur yang menyerupai reptil, mempunyai moncong yang berfungsi sebagai sensor elektrik untuk mencari makan, serta memiliki tubuh yang berduri mirip landak, tetapi bukan landak. Kemudian, selain itu juga terdapat kangguru pohon, monyet, kera, gibbon, cendrawasih Wilson, dan kasuari. Semua hewan-hewan ini merupakan hewan khas Pulau Irian Jaya. Sebenarnya Pulau Irian ini masih banyak terdapat hutan-hutan yang belum di jelajahi sehingga Pulau Irian ini juga di sebut Pulau Kasar. Di pedalaman hutan Irian juga terdapat salah satu suku yang menghuni pedalaman hutan, yakni suku Korowai yang memiliki ciri khas membangun rumah di pucuk pohon yang sangat tinggi.
Hewan-hewan vertebrata yang menjadi ciri khas Indonesia memiliki keistimewaan yang menarik serta unik. Misalnya pada kangguru pohon, yang membedakan nya dari jenis kangguru yang lain adalah kangguru ini memiliki cakar yang tajam pada jari-jarinya untuk perlindungan diri atau menjaga diri dari ancaman predator yang menggangu. Selain itu, juga terdapat orang hutan Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri yakni dari bentuk tubuhnya yang besar, serta terdapat sekat-sekat di bagian samping mukanya untuk membedakannya dengan jenis orang hutan lainnya. Orang hutan jenis lain tidak pernah berjalan di darat, tetapi selalu bergelantungan di atas pohon, berbeda dengan orang hutan Kalimantan yang lebih suka berjalan di darat dan hanya sekali bergelantungan di atas pohon, karena meraka harus mencari makan dengan membuka kulit-kulit kayu untuk mencari rayap, serta mencari buah-buahan segar di dalam hutan.
Indonesia juga memiliki kasuari yang berbeda dengan kasuari yang ada di Australia. Kasuari Indonesia memiliki keunikan yakni setelah melakukan perkawinan dan bertelur, kasuari betina akan pergi menghilang meninggalkan kasuari jantan. Selain itu juga terdapat burung cendrawasih wilson, keunikannya terlihat dari bulu-bulunya yang indah serta memiliki ekor seperti kumis. Itulah keistimewaan dari beberapa hewan vertebrata yang ada di Indonesia.
Habitat dari hewan-hewan ini tentu banyak di temui di daerah hutan hujan tropis, karena kondisi daerah hutan hujan tropis sangat mendukung bagi hewan-hewan ini untuk tetap menjaga populasinya. Namun, seperti yang kita ketahui, kian hari populasi dari hewan-hewan yang ada di dalamnya semakin menurun, akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan pengrusakan hutan dengan membakar hutan, menebang habis seluruh pohon, dan kemudian kayu-kayu tersebut di perjual belikan hingga luar negri, sehingga banyak hewan-hewan yang mati akibat kondisi hutan yang mulai rusak.
Dalam hal ini kita sebagai mahasiswa, harus peduli dengan kondisi lingkungan hutan kita.  Kita harus melestarikan keanekaragaman hayati yang ada, supaya keanekaragaman hayati  yang ada di Indonesia tidak menurun. Cara kita untuk melestarikannya yang pertama yakni, misalnya kita hendak menebang tanaman, tidak semua tanaman bisa di tebang, tetapi kita harus memilih tanaman yang jika kita menebangnya tidak terlalu berpengaruh terhadap ekosistem di sekitarnya. Yang kedua, yakni dengan tidak menangkap atau berburu hewan di saat hewan-hewan tersebut sedang dalam musim perkembangbiakan. Dan yang ketiga, kita dapat membawa flora fauna yang hampir punah ke tempat-tempat perlindungan agar populasi yang sudah menurun tidak semakin punah, namun tetap terjaga kelestariannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar