INDONESIA, NEGARA HUTAN HUJAN TROPIS
TERBESAR DI DUNIA
Indonesia adalah Negara yang memiliki pesona alam yang
menarik dan kaya akan hasil alamnya.
Pesona alam di Indonesia terlihat dari pegunungan-pegunungannya yang begitu
banyak terutama di jumpai pada daerah-daerah vulkanik. Ada sekitar 155 gunung
yang masih aktif, ada 17 ribu pulau dan 2 lautan besar yang terdapat di
Indonesia. Selain pesona alamnya, Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang
begitu melimpah, tidak hanya pada hasil hutan namun juga kaya akan hasil
lautnya. Hutan yang ada di Indonesia termasuk hutan hujan tropis, karena semua
jenis flora dan fauna dapat di temui di dalamnya.
Hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatra, Pulau
Kalimantan, dan Pulau Irian Jaya. Yang menjadi ciri khas dari hutan hujan
tropis ini terlihat dari macam-macam jenis pohonnya, serta bentuknya. Karena
seperti yang kita ketahui, pohon-pohon yang ada di hutan hujan tropis memiliki
bentuk yang sangat tinggi, besar bahkan ada pohon yang tingginya mencapai 60
meter. Fungsi pohon untuk menyokong kehidupan hewan-hewan di dalam hutan.
Selain pohon-pohon besar, hutan hujan tropis menyimpan
berbagai macam jenis flora. Salah satu contoh flora yang ada di dalam hutan
hujan tropis adalah bunga Raflesia. Selain bunga Raflesia juga ada bunga yang
hampir menyerupai Raflesia, karena sama-sama hidup sebagai parasit. Tidak hanya
itu, hutan hujan tropis juga banyak di huni oleh hewan-hewan buas seperti
harimau yang banyak terdapat di hutan hujan tropis daerah Sumatra. Namun kini
populasi harimau yang ada di Sumatra semakin menurun dikarena kan ulah manusia
yang kerap kali memburu binatang buas untuk di perjual belikan demi mencari
keuntungan pribadi.
Selain Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan dan Irian Jaya juga
memiliki fauna-fauna khas di dalam hutan hujan tropisnya, misalnya orang hutan.
Orang hutan habitatnya banyak di temui di hutan hujan tropis Kalimantan. Orang
hutan ini memiliki kebiasaan bergelantungan di atas pohon untuk mencari makan.
Mereka jarang bahkan hampir tidak pernah berjalan di atas tanah. Jika berjalan
di atas tanah, itu pun sudah merupakan pilihan terakhir dari mereka.
Demikian Pulau Irian Jaya juga tidak kalah banyaknya
menyimpan fauna-fauna khas dari Pulau Irian ini, salah satunya quoll. Quoll
merupakan hewan khas dari hutan yang ada di Irian Jaya. Quoll ini adalah hewan
pemakan serangga. Selain quoll juga ada hewan khas lain seperti opossum, yakni
hewan yang dapat terbang seperti burung, namun hanya keluar pada malam hari,
dan jarang keluar di siang hari karena hewan ini lebih mudah di mangsa
predatornya. Kemudian juga ada Ecihdna, yakni hewan bertelur yang menyerupai
reptil, mempunyai moncong yang berfungsi sebagai sensor elektrik untuk mencari
makan, serta memiliki tubuh yang berduri mirip landak, tetapi bukan landak.
Kemudian, selain itu juga terdapat kangguru pohon, monyet, kera, gibbon,
cendrawasih Wilson, dan kasuari. Semua hewan-hewan ini merupakan hewan khas
Pulau Irian Jaya. Sebenarnya Pulau Irian ini masih banyak terdapat hutan-hutan
yang belum di jelajahi sehingga Pulau Irian ini juga di sebut Pulau Kasar. Di
pedalaman hutan Irian juga terdapat salah satu suku yang menghuni pedalaman
hutan, yakni suku Korowai yang memiliki ciri khas membangun rumah di pucuk
pohon yang sangat tinggi.
Hewan-hewan vertebrata yang menjadi ciri khas Indonesia
memiliki keistimewaan yang menarik serta unik. Misalnya pada kangguru pohon,
yang membedakan nya dari jenis kangguru yang lain adalah kangguru ini memiliki
cakar yang tajam pada jari-jarinya untuk perlindungan diri atau menjaga diri
dari ancaman predator yang menggangu. Selain itu, juga terdapat orang hutan
Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri yakni dari bentuk tubuhnya yang
besar, serta terdapat sekat-sekat di bagian samping mukanya untuk membedakannya
dengan jenis orang hutan lainnya. Orang hutan jenis lain tidak pernah berjalan
di darat, tetapi selalu bergelantungan di atas pohon, berbeda dengan orang
hutan Kalimantan yang lebih suka berjalan di darat dan hanya sekali
bergelantungan di atas pohon, karena meraka harus mencari makan dengan membuka
kulit-kulit kayu untuk mencari rayap, serta mencari buah-buahan segar di dalam
hutan.
Indonesia juga memiliki kasuari yang berbeda dengan kasuari
yang ada di Australia. Kasuari Indonesia memiliki keunikan yakni setelah
melakukan perkawinan dan bertelur, kasuari betina akan pergi menghilang meninggalkan
kasuari jantan. Selain itu juga terdapat burung cendrawasih wilson, keunikannya
terlihat dari bulu-bulunya yang indah serta memiliki ekor seperti kumis. Itulah
keistimewaan dari beberapa hewan vertebrata yang ada di Indonesia.
Habitat dari hewan-hewan ini tentu banyak di temui di daerah
hutan hujan tropis, karena kondisi daerah hutan hujan tropis sangat mendukung
bagi hewan-hewan ini untuk tetap menjaga populasinya. Namun, seperti yang kita
ketahui, kian hari populasi dari hewan-hewan yang ada di dalamnya semakin
menurun, akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan
pengrusakan hutan dengan membakar hutan, menebang habis seluruh pohon, dan
kemudian kayu-kayu tersebut di perjual belikan hingga luar negri, sehingga
banyak hewan-hewan yang mati akibat kondisi hutan yang mulai rusak.
Dalam hal ini kita sebagai mahasiswa, harus peduli dengan
kondisi lingkungan hutan kita. Kita
harus melestarikan keanekaragaman hayati yang ada, supaya keanekaragaman
hayati yang ada di Indonesia tidak menurun.
Cara kita untuk melestarikannya yang pertama yakni, misalnya kita hendak
menebang tanaman, tidak semua tanaman bisa di tebang, tetapi kita harus memilih
tanaman yang jika kita menebangnya tidak terlalu berpengaruh terhadap ekosistem
di sekitarnya. Yang kedua, yakni dengan tidak menangkap atau berburu hewan di
saat hewan-hewan tersebut sedang dalam musim perkembangbiakan. Dan yang ketiga,
kita dapat membawa flora fauna yang hampir punah ke tempat-tempat perlindungan
agar populasi yang sudah menurun tidak semakin punah, namun tetap terjaga
kelestariannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar